Author: William

Memahami Pemicu Klaim Asuransi Telat atau Tidak Dibayar

Minat masyarakat di tanah air untuk membeli asuransi masih tergolong rendah. Hal ini bisa dipengaruhi oleh pengalaman pahit atau mindset negatif yang terbentuk karena maraknya pemberitaan tentang klaim asuransi yang telat bahkan tidak dibayar oleh perusahaan asuransi sehingga menimbulkan trauma & berat hati untuk membeli produk asuransi. Patut diketahui bahwa klaim asuransi yang telat atau tidak dibayar bukan sepenuhnya kesalahan provider asuransi, melainkan juga karena keteledoran pemegang polis. Yuk, pahami pemicunya dari kedua belah pihak!

Dari pihak pemegang polis

Jangan dahulu menyalahkan atau memandang buruk penyedia asuransi ketika klaim asuransi yang diajukan telat atau bahkan tidak dibayarkan. Hal tersebut bakalan dialami jika pemegang polis melakukan kesalahan-kesalahan berikut:

  • Terlambat mengajukan klaim. Setiap perusahaan asuransi memberikan batasan waktu pengajuan klaim asuransi, biasanya sekitar 30 sampai 60 setelah kejadian buruk menimpa (tergantung dari produk asuransi serta perusahaan asuransi yang dipilih). Ketika mengajukan klaim lewat dari batas waktu tersebut, perusahaan tidak memproses klaim yang diajukan sesuai dengan perjanjian dalam polis.
  • Polis dalam keadaan lapse. Pengajuan klaim akan ditolak ketika polis asuransi dalam kondisi lapse (non-aktif). Polis non-aktif bisa dipicu lantaran premi asuransi tidak dibayar hingga lewat masa tenggang. Untuk mendapatkan kembali manfaat polis asuransi tersebut, pemegang polis harus melakukan pemulihan dengan membayar premi yang tertunggak serta mengisi formulir yang telah disediakan oleh perusahaan.
  • Kejadian tidak tercantum dalam polis. Nasabah membeli asuransi mobil dengan jenis perlindungan comprehensive. Jika suatu hari mobil nasabah mengalami kerusakan akibat bencana alam, klaim yang diajukan tidak bakal diterima karena kejadian ini tidak termasuk dalam perlindungan comprehensive tetapi dalam perlindungan perluasan.
  • Dokumen klaim tidak dilengkapi. Selain polis asuransi yang aktif, ada banyak dokumen yang harus dilengkapi (sesuai dengan kejadian yang dialami) oleh nasabah ketika akan mengajukan polis. Apabila nasabah tidak melengkapi keterangan dari dokter ketika sakit atau keterangan dari pihak kepolisian ketika kecelakaan, perusahaan berhak menolak klaim.
  • Pengajuan saat waiting period. Ketika klaim dilakukan saat masa tunggu, pencairan dana tidak bisa dilakukan oleh perusahaan. Misalnya, tertulis dalam polis bahwa penyakit khusus memiliki masa tunggu 12 bulan. Artinya, ketika pemegang polis menderita penyakit khusus (gagal ginjal, diabetes, jantung, hernia, dsb) & mengajukan klaim kurang dari 12 bulan, pengajuan klaim akan ditolak.

Dari pihak provider asuransi

Sudah mengikuti prosedur pengajuan klaim dengan benar, tetapi mengapa klaim tidak kunjung diproses bahkan tidak dicairkan? Ini bisa disebabkan karena perusahaan tidak mempunyai dana untuk memberikan ganti rugi pada nasabah. Bisa juga karena perusahaan asuransi “nakal” di mana dengan sengaja mengulur waktu atau sama sekali tidak akan mencairkan klaim nasabah untuk keuntungan perusahaan. Ketika musyawarah tidak menemukan titik terang, jalur hukum bisa ditempuh. Bertolak dari kondisi ini, ketelitian sangat diperlukan ketika memilih provider asuransi. Jangan sampai terperangkap pada provider asuransi yang abal-abal. Pilih perusahaan asuransi yang telah lama malang melintang dalam perasuransian, mempunyai kekuatan aset yang bagus, menawarkan tarif premi yang masuk akal, telah mendapatkan pengakuan dari banyak orang, dll.

Kriteria Perusahaan yang Sehat

Setiap tahunnya, selalu ada satu atau dua perusahaan baru yang muncul. Itulah sebabnya mengapa persaingan bisnis semakin setiap harinya. Meskipun begitu, tidak semua perusahaan bisa dikatakan sehat karena mereka mampu bertahan dari persaingan dengan melakukan hal-hal yang bisa dikatakan tidak baik. Sebagai contoh, beberapa perusahaan mengaku-ngaku bahwa mereka profesional dan terpercaya padahal usia perusahaan mereka belum genap satu tahun. Lalu, ada pula perusahaan yang mengatakan bahwa mereka menjual produk berkualitas padahal produk tersebut dibuat dengan bahan-bahan mentah yang tidak ada kualitasnya. Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah perusahaan Anda adalah perusahaan yang sehat? Jika Anda masih ragu untuk menjawabnya, silahkan baca kriteria perusahaan sehat berikut untuk memastikan apakah perusahaan Anda sudah termasuk di dalamnya atau belum:

Pendapatan lebih besar dibandingkan pengeluaran

Perusahaan yang sehat tentu memiliki kondisi keuangan yang baik di mana pendapatan mereka lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran. Memang tidak ada perusahaan yang selalu untung karena persaingan di era modern seperti ini sangatlah ketat. Hal ini biasanya dinilai dengan perbandingan dalam satu tahun.Apabila dalam 9 bulan mengalami keuntungan dan sisanya ada yang sama dan ada juga yang lebih besar pengeluaran, perusahaan tersebut bisa dikategorikan sebagai perusahaan yang sehat. Di sisi lain, apabila perusahaan selalu merugi, lebih besar pengeluaran daripada pemasukan, perusahaan tersebut sedang berada dalam kondisi yang tidak sehat. Nah, coba cek bagaimana pendapatan dan pengeluaran di perusahaan Anda. Apakah keduanya sama atau satu di antaranya lebih besar. Bila ternyata pendapatan di perusahaan Anda selama satu tahun lebih besar dibandingkan pengeluaran, perusahaan Anda sudah termasuk perusahaan sehat.

Hubungan antara atasan dan karyawan baik

Tidak hanya dinilai dari kondisi keuangan, perusahaan yang sehat juga bisa dilihat dari hubungan antara antasan dan karyawan atau karyawan dengan karyawan. Apabila hubungan mereka baik, tentu saja perusahaan akan kondusif dan bisa dimasukkan ke dalam perusahaan yang sehat. Sebaliknya, bila ada banyak karyawan yang bermusuhan dengan karyawan lain atau membenci atasan mereka, perusahaan tersebut tidaklah baik dan tidak dalam kondisi yang sehat. Bagaimana dengan perusahaan Anda? Bila Anda merasa bahwa hubungan Anda dengan pegawai baik-baik saja, begitu juga sesama pegawai, itu artinya perusahaan Anda sehat. Namun, bila sering terjadi keretakan dan konflik antar karyawan, Anda harus menengahi dan memecahkan masalah tersebut agar suasana kondusif di dalam perusahaan terus terjaga dengan baik.

Produk yang ditawarkan dijaga kualitasnya dengan maksimal

Kriteria ketiga untuk perusahaan yang sehat adalah produk yang ditawarkan dijaga kualitasnya dengan maksimal. Ya, ini adalah salah satu bentuk strategi untuk membuat produk mampu bersaing di pasaran dan untuk menjaga kepercayaan konsumen. Sadari bahwa ada banyak perusahaan di luar sana yang tidak mampu melakukan hal ini karena mereka takut rugi, ingin menghindari kebangkrutan, dan alasan lainnya. Mereka pun pada akhirnya mencurangi produk dengan mengurangi takaran bahan-bahan atau menggunakan bahan-bahan yang memang tidak berkualitas. Dengan demikian, perusahaan mereka sudah melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Ini yang akan membuat mereka menjadi perusahaan yang tidak sehat.Anda jangan pernah mencurangi produk Anda sendiri dengan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengurangi kualitas produk. Apabila Anda melakukannya, Anda sendiri yang akan merugi nantinya. Kualitas produk itu harus terus dijaga agar konsumen terus percaya dan produk Anda bisa terus dikenal olah masyarakat luas.

Ingin Beli Asuransi Mobil untuk Honda Jazz-mu? Ketahui Ini Dulu

Memiliki harga jual yang cukup terjangkau, desain modern, dan mesin yang baik serta pilihan warna yang trendi membuat mobil Honda Jazz cukup diminati di pasaran. Tak heran apabila pada tahun 2013 yang lalu saja, Honda merilis data bahwa sudah ada sekitar 198 ribu unit kendaraan roda empat yang mulai diluncurkan sejak tahun 2001 silam ini dipakai oleh konsumen di Indonesia. Dengan adanya data ini, bisa disimpulkan bahwa mobil ini merupakan salah satu kendaraan roda empat favorit di tanah air. Berbicara soal Honda Jazz, apakah kamu salah satu penggunanya? Jika iya, pastikan untuk melakukan perawatan secara maksimal agar kamu bisa mengendarainya dengan aman dan lancar. Selain itu, sangat disarankan pula untuk membeli asuransi mobil Honda untuk memberikan perlindungan pada kendaraan ketika mengalami kerusakan atau hilang. Ya, ketika mengalami kejadian yang tak diinginkan ini, kamu bisa melakukan klaim dan mendapatkan ganti rugi.

Btw, tertarik untuk membeli car insurance untuk mobil Honda Jazz-mu? Jika jawabannya iya, sebaiknya ketahui hal-hal ini dulu agar tak menyesal atau salah pilih asuransi kendaraan:

Ada dua jenis asuransi yang bisa kamu pilih yaitu TLO dan All Risk

Jika kamu baru pertama kali mengasuransikan mobil, ketahui bahwa asuransi mobil itu ada dua jenis, yaitu total lost only atau biasa disingkat TLO dan all risk. Apa itu TLO dan all risk? TLO adalah jenis asuransi kendaraan yang dapat memberikan perlindungan terhadap kendaraan yang hilang atau mengalami kerusakan minimum sebesar 75 persen. Itu berarti bila mobil hanya lecet atau penyok sedikit, kamu tidak akan mendapatkan ganti rugi sama sekali. Harga asuransi mobil Honday Jazz dengan jenis TLO sendiri adalah berkisar mulai dari 600 ribu rupiah per tahun. Sementara itu, all risk adalah jenis car insurance yang memberikan perlindungan akibat kehilangan atau kerusakan ringan maupun berat. Ini berarti bahwa kamu bisa mendapatkan ganti rugi walaupun mobil hanya tergores sedikit. Oya, untuk harga preminya sendiri, jenis asuransi ini mengharuskanmu untuk merogoh kocek sekitar 3 juta rupiah per tahun. Silahkan pilih jenis asuransi yang menurutmu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan financialmu.

Kamu wajib bayar own risk setiap kejadian sebesar 300 ribu rupiah

Ganti rugi dari pihak asuransi tidak hanya berbentuk uang tunai tapi layanan perbaikan mobil di bengkel-bengkel rekanan mereka. Untuk itu, sebaiknya pilih perusahaan asuransi dengan bengkel rekanan yang jumlahnya tidak sedikit agar kamu bisa mendapatkan servis kendaraan di banyak tempat. Berbicara soal ganti rugi, sebelum mendapatkan hal ini, kamu harus mengklaim dulu polis asuransimu dan setiap kali melakukan hal ini, ada own risk yang harus diserahkan kepada pihak asuransi dengan jumlah 300 ribu rupiah per kejadian. Memang jumlahnya cukup banyak tapi jika dibandingkan dengan memperbaiki kendaraan sendiri, jelas nominal ini jauh lebih kecil. Sebagai contoh, jika kerusakan terjadi pada bumper dan harus diganti baru, setidaknya biaya yang harus dikeluarkan adalah 1-2 juta rupiah lebih. Lebih baik keluar biaya 300 ribu rupiah, bukan?

Aksesoris non standar pada kendaraanmu bisa discover dengan biaya tambahan

Jika kamu suka otomotif dan modifikasi sehingga kamu memasang aksesoris non standar pada mobil Honda Jazz-mu, kamu bisa juga mencantumkan aksesoris tersebut ke dalam list perlindungan asuransi kendaraan. Dengan begitu, ketika aksesoris ini ikut rusak ketika mobil mengalami kecelakaan, pihak asuransi akan memberikan ganti rugi untuk aksesoris ini juga. Namun, kamu perlu membayar biaya tambahan untuk mendapatkan perlindungan ini.